Panen Perdana, KTD Muara Farm Bagikan Hasil Tani ke Warga

BOGOR – Kelompok Tani Dewasa (KTD) Muara Farm Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor melakukan panen kangkung pertama dilahan bekas pembuangan puing dan sampah pada Minggu (13/6/2021) pagi.

Panen dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin dan Camat Bogor Timur Wawan Sanwani, Lurah Sindangrasa, Dede Sugandi beserta jajaran TP PKK Kecamatan Bogor Timur.

Untuk panen pertama ini, kangkung dibagikan secara gratis untuk warga sekitar. Panen selanjutnya, hasil tani KTD Muara Farm akan dijual dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, dirinya berterima kasih kepada pemilik lahan H. Irwan yang merelakan lahan tidurnya digunakan untuk sektor pertanian.

Ia juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang bergerak dibidang pertanian, baik itu persawahan maupun dan irigasi. Dalam kondisi seperti sekarang ini menurutnya, memang sulit merangsang hal-hal atau kegiatan yang memanfaatkan potensi di wilayah.

“Untuk itu, ini membuktikan panen raya Muara Farm sebagai tolak ukur, sebab lahan ini awalnya sebagai tempat pembuangan sampah dan pembuangan puing. Hal seperti ini, menurut saya patut dipublikasikan agar para pemilk lahan tidur menjadi terangsang dan inspirasi disektor pertanian, jadi tidak butuh lahan luas sebab KTD ini contohnya dengan lahan 400 meter bisa menghasilkan,” tuturnya usai panen.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin dan Camat Bogor Timur, Wawan Sanwani beserta perwakilan dari DKPP Kota Bogor saat memanen kangkung di KTD Muara Farm, Sindangrasa, Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu (13/06/2021) pagi
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin dan Camat Bogor Timur, Wawan Sanwani beserta perwakilan dari DKPP Kota Bogor saat memanen kangkung di KTD Muara Farm, Sindangrasa, Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu (13/06/2021) pagi

Jenal juga menambah, bisa dilihat secara kasat mata hari ini begitu indah, sebelumnya ia melihat lahan tidurnya bertumpuk puing-puing bangunan. Selain itu ada multiplayer effect dan nilai ekonomis jadi masyarakat merasakan dampaknya. Ini juga bentuk atau upaya mempertahankan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Upaya yang harus disyiarkan bahwa lahan ini menyerap air seutuhnya, meskipun hanya 0,000 sekian persen areanya dari luas lahan Kota Bogor. Dengan ini saya optimis dan konsisten menyampaikan saya akan mendampingi dan menyerap aspirasi untuk bisa menggunakan APBD untuk hal seperti ini. Ya, senang sekali tidak begitu besar luasnya, tapi memilik dampak besar,” terangnya.

Sementara, Camat Bogor Timur, Wawan Sanwani menuturkan, panen pertama KTD Muara Farm yang memanfaatkan lahan tidur ini bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Dengan semangat warga dan lurah, KTD Muara Farm bisa panen pertama. Karena itu, ini harus menjadi inspirasi temen-temen lurah lain dengan lahan tidur bisa menghasilkan serta bermanfaat bagi masyarakat untuk kebutuhan sayur-sayuran maupun ekonomi bagi anggota KTD Muara Farm,” ungkap Wawan.

Wawan menjelaskan, insyaallah kedepannya akan ada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor yang melakukan pendampingan, selain itu kedepannya kemasan dan penempatan di lokasi tani bisa dirapikan.

“Kelebihan produk KTD Muara Farm adalah menggunakan pupuk organik atau pupuk magot dari TPS Siliwangi, Sukamulya. Hasilnya luar biasa bagus,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua KTD Muara Farm, Egi Sudrajat mengatakan, panen perdana segaja bagikan ke warga atas kesepakatan kelompok, agar warga merasakan juga hasil bertani. Tentunya diberikan kepada pemilik lahan yang KTD Muara Farm pinjam. Kedepan mungkin ada selisih ekonomi untuk anggota dan pengembangan wilayah lain dari hasil tani KTD Muara Farm.

“Kangkung ditanam 20 hari lalu. Ada empat bedengan dengan satu bedeng ditanam satu kilogram benih. Setiap bedengan diperkirakan dapat dipanen 40 kilogram kangkung. Dilahan ini juga ditanam kangkung lain di bedeng sebelah, yang tiga hari lagi siap dipanen,” pungkasnya.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan