Sensus Penduduk Kabupaten Bogor Hampir Rampung Ditengah Pandemi Covid-19

Barayanews.co.id – Kendati sempat terkendala oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret sampai Juni lalu, kegiatan Sensus Penduduk 2020 di Kabupaten Bogor hampir rampung.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Statistik Kabupaten Bogor Sarwono, Rabu (23/9/2020).

“Pendataan oleh petugas di lapangan sudah selesai. Kita hanya menyisakan rumah tangga-rumah tangga yang sulit ditemui selama ini seperti pejabat atau keluarga yang kena lockdown,” kata Sarwono seperti yang diterbitkan di wartakotalive.

Tetapi untuk kasus seperti ini, lanjut dia, sifatnya konfirmasi. Petugas sensus sudah mendapatkan datanya dari Ketua RT.

“Hingga saat ini belum ada satu pun dokumen yang masuk. Data masih dalam proses peralihan dari petugas lapangan kepada petugas koordinator sensus kecamatan (korseka),” jelasnya.

Setelah diperiksa oleh korseka, data akan diunggah dan dikirimkan ke BPS Pusat di Jakarta.

Dalam Sensus Penduduk 2020 ini, BPS Kabupaten Bogor mengerahkan 3.145 petugas lapangan dan 227 korseka.

“Semua petugas kami rapid-test untuk menjamin agar tidak menularkan virus corona. Kami tidak ingin menjadi klaster baru,” tutur Sarwono.

Selain mendatangi setiap rumah tangga secara door to door, BPS Kabupaten Bogor juga mengajak masyarakat untuk melakukan sensus online.

Hal ini dilakukan mengingat pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan para petugas di lapangan.

“Ada juga yang mengisi data sensus secara online. Tetapi jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 9 persen,” kata Sarwono.

Menurut dia, kendala untuk sensus online ini lebih karena jaringan yang susah di beberapa tempat.

“Walaupun dekat Jakarta, beberapa tempat di Kabupaten Bogor masih susah sinyal, seperti di Sukamakmur dan Bogor barat,” paparnya.

Kendala lainnya adalah kesadaran masyarakat untuk mengisi data sensus secara mandiri juga masih kurang.

Untuk menyiasati berbagai kendala yang dihadapi selama pandemi Covid-19, BPS melakukan berbagai strategi.

Beberapa diantaranya, menggunakan email dan menelpon langsung responden dengan bantuan kepala desa/lurah hingga RT/RW.

“Kita berusaha memaksimalkan teknologi. Begitu pun untuk sosialisasi kita manfaatkan berbagai saluran, mulai dari SMS blast hingga media sosial,” ungkap Sarwono.

Pada Sensus Penduduk 2020 ini, penduduk di Kabupaten Bogor diperkirakan menembus angka 6 juta jiwa.

“Proyeksi kita, tahun 2020 ini penduduk Kabupaten Bogor mencapai 6 juta jiwa.

“Namun, bisa juga tidak mencapai angka ini karena kondisi pandemi Covid-19,” pungkas Sarwono.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan